Herlina Songga
Selasa, 03 Oktober 2017 | 12:52

Bukan Perang Melainkan Kerendahan Hati dan Kasih

Aloys budi purnomo Pr (you tube)

MUNTILAN, NETRALNEWS.COMKetika hampir genap waktunya diangkat ke surga, Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem. ... Tetapi orang-orang Samaria di situ tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. 

Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata, "Tuhan, bolehkah kami menurunkan api dari langit untuk membinasakan mereka?" Tetapi Yesus berpaling dan menegur mereka, "Kalian tidak tahu apa yang kalian inginkan. Anak Manusia datang bukan untuk membinasakan orang, melainkan untuk menyelamatkannya." Lalu mereka pergi ke desa lain.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, Injil hari ini menyatakan padaku bahwa Engkau menyongsong pertempuran-Mu di Yerusalem seperti domba ke tempat pembantaian. StrategiMu adalah kerendahan hati.
 
Ketika orang-orang Samaria menolak Engkau melewati desa mereka, Yohanes dan Yakobus begitu marah. Bahkan mereka hendak menurunkan api dari langit untuk membinasakan mereka. Namun Engkau berbalik dan menegur mereka. Engkau justru menempuh melalui desa lain.
 
Di sini aku belajar dari Dikau memiliki hati yang lemah lembut dan rendah hati. Engkau membimbingku Yohanes dan Yakobus dalam kebaikan, kelembutan, kasih dan kerendahan hati. Bantulah aku lebih memilih keutamaan kerendahan hati melampui kesombonganku kini dan selamanya. Amin.
 
Pastoran Sanjaya Muntilan, 03/10/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr


Komentar