Herlina Songga
Minggu, 24 September 2017 | 07:47

 Ini Kiat Agar Motor Aman Menerjang Banjir

Illustrasi. Pengendara sepeda motor aman menerjang banjir/IOTOMOTIF.com

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Saat ini sudah di pengujung September, sebentar lagi masuk Oktober. Itu artinya, musim hujan sudah mendekat dan Anda pasti mendapatkan banjir, terutama di jalan raya seperti di Kota Jakarta ini.

Bagi pengendara sepeda motor, banjir adalah sesuatu yang menjadi momok. Tetapi, kalau tiap hari harus keluar rumah seperti ke kantor, artinya masalah banjir tidak akan terhindarkan.

Nah, sekarang Anda tinggal memikirkan bagaimana caranya agar bisa tetap aman bersepeda motor saat menerjang banjir atau minimal genangan air yang tinggi di jalan.

Hal ini membuat banyak pengendara motor terpaksa bahkan nekat untuk menerobos genangan air yang cukup tinggi. Alhasil, motor pun bisa mogok di tengah jalan karena mesin motor atau knalpot kemasukan air.

Tentu saja hal ini akan merugikan diri sendiri, sudah baju basah, harus dorong motor, hingga mengeluarkan kocek untuk membawa si kuda besi ke bengkel.

Bagi Anda pengendara motor, sebaiknya berhati-hati saat melintasi kawasan jalan yang tergenang air dan banjir. Selain motor berisiko mogok, nekat mengendarai motor saat banjir juga bisa berbahaya.

Karena kita tidak tahu kondisi jalan yang kita lewati, bisa saja ada jalan berlubang atau keadaan membahayakan lainnya. Karena itu, berikut ini beberapa kiat seperti dikutip dari safetysign.co.id, agar sepeda motor aman dan tidak mogok saat melewati banjir.

  1. Perhatikan kondisi jalan. Pastikan Anda memilih jalan yang genangan airnya relatif dangkal. Berkendaralah secara perlahan sambil melihat dan mengikuti pengendara lain di depan Anda.
  2. Hindari genangan air yang memiliki arus deras. Genangan air dengan arus deras bisa membuat Anda terjatuh karena kendaraan tidak seimbang. Pilihlah jalan dengan genangan air dengan arus tenang. Jika Anda terpaksa harus melewatinya, cobalah untuk tetap menjaga keseimbangan dan jangan terpengaruh aliran arus air tersebut.
  3. Hindari berhenti di tengah jalan dan pastikan gas tetap stabil. Saat melewati genangan air yang cukup tinggi, usahakan motor terus melaju dengan kecepatan stabil, tidak naik turun. Sebab, jika Anda berhenti di tengah genangan air, maka kesempatan air untuk masuk ke dalam mesin, seperti karburator atau knalpot semakin besar. Hal ini akan meningkatkan risiko motor mogok.
  4. Posisikan persneling pada gigi satu. Saat motor menerobos genangan air yang relatif tinggi dan cukup deras dengan persneling di atas gigi satu biasanya tarikan gas menjadi lebih berat. Oleh karena itu, ada baiknya menggunakan gigi satu agar tarikan lebih ringan untuk menghindari masuknya air ke dalam mesin.
  5. Jangan nekat. Jika hujan semakin deras dan genangan air relatif tinggi, jangan nekat untuk menerobos banjir. Karena, bisa merusak sistem kelistrikan motor, sehingga mengakibatkan motor Anda mogok. Alangkah baiknya jika Anda berhenti sebentar hingga air mulai surut atau memilih jalan lain yang tidak berisiko.
  6. Beberapa tips di atas dapat Anda praktikkan saat melintasi jalan dengan genangan air atau banjir. Pastikan juga untuk rutin memeriksa tekanan angin ban dan usahakan untuk memberi sealent pada chop atau penutup agar busi terhindar dari air yang mengakibatkan motor menjadi susah dihidupkan.

Bagaimana jika motor telanjur mogok setelah melewati banjir?

Langkah pertama ketika motor mogok setelah menerjang banjir adalah cari tempat berteduh atau tempat yang memungkinkan Anda untuk memeriksa kendaraan Anda. Setelah itu, ikuti tips mini mengatasi motor mogok berikut ini:

  1. Periksa busi motor, lalu keringkan. Jangan lupa, untuk mengeringkan chop atau tutup busi juga agar busi dapat memantikkan api dengan sempurna.
  2. Periksa saringan udara motor. Bila busa bagian dalam atau saringan terlihat basah, sebaiknya copot saringan udara tersebut. Anda dapat mengeringkannya di rumah.
  3. Keluarkan air di dalam knalpot. Caranya, ganjal bagian bawah standar tengah motor dengan batu atau kayu. Lalu, tekan sadel bagian belakang sehingga posisi motor seperti jumping. Setelah air di dalam knalpot keluar semua, teteskan sedikit oli pada knalpot untuk mencegah karat.
  4. Buka sekrup pembuangan, lalu buang bensin yang tercampur air di mangkuk karburator. Atur ulang komposisi settingan bensin dan angin yang berada di karburator. Perhatikan bunyi dan reaksi mesin motor untuk menemukan settingan yang tepat.
  5. Pastikan semua komponen kelistrikan motor benar-benar kering sebelum menghidupkan motor.
  6. Ada hal yang tak kalah penting yang perlu Anda ketahui setelah melewati jalanan banjir, yaitu mengganti oli kendaraan untuk menghindari kerusakan fatal.
  7. Tak lupa, cuci motor dan berikan pelumas pada rantai motor minimal seminggu sekali untuk melindungi rantai dari karat dan menjaga kinerja rantai tetap dinamis.


Komentar